Pasien Sembuh Terus Meningkat Mencapai 1.842.457 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 26 Juni 2021, pasien sembuh bertambah lagi sebanyak 7.396 orang. Penambahan ini meningkatkan kumulatif kesembuhan hingga melebihi 1,8 juta orang sembuh, atau angka tepatnya 1.842.457 orang (88,0%). Meski demikian, kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan medis, masih bertambah sebanyak 13.341 kasus dan totalnya mencapai 
194.776 kasus (9,3%).

Sementara, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 21.095 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini, mencapai 2.093.962 kasus. Lalu, angka pasien meninggal bertambah sebanyak 358 kasus dan kumulatifnya mencapai 56.729 kasus (2,7%). Untuk spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 129.071 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 135.634 kasus. 

Lebih lanjut, pada perkembangan program vaksinasi COVID-19 penerimanya bertambah lagi sebanyak 550.095 orang. Penambahan ini meningkatkan total penerima melebihi 26 juta orang atau angka tepatnya 26.032.131 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat menjadi 13.018.524 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 40.349.049 orang.

Melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta menambahkan 2.725 orang dan kumulatifnya 450.746 orang, Jawa Barat menambahkan 1.196 orang dan kumulatifnya sebanyak 318.595 orang, Jawa Timur menambahkan 578 orang dan kumulatifnya 149.351 orang, Jawa Tengah menambahkan 569 orang dan kumulatifnya 201.931 orang serta Sumatera Barat menambahkan 357 orang dan kumulatifnya 46.227 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni DKI Jakarta menambahkan 9.271 kasus dan kumulatifnya 510.667 kasus, Jawa Barat menambahkan 3.787 kasus dan kumulatifnya 364.315 kasus, Jawa Tengah menambahkan 2.305 kasus dan kumulatifnya 244.241 kasus, Jawa Timur menambahkan 989 kasus dan kumulatifnya 168.795 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 782 kasus dan kumulatifnya 57.028 kasus. 

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Barat menambahkan 74 kasus dan kumulatifnya 4.984 kasus, Jawa Tengah menambahkan 52 kasus dan kumulatifnya 10.304 orang, DKI Jakarta menambahkan 51 kasus dan kumulatifnya 8.118 kasus, Jawa Timur menambahkan 50 kasus dan kumulatifnya 12.289 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya 1.460 kasus. 

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 19.419.298 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 3.946.109 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 13.799.958 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 36,84% dan positivity rate spesimen mingguan (20 - 26 Juni 2021) di angka 33,30%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 357 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 98.274 orang dan kumulatifnya 12.962.753 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 10.868.791 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 77.179 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 21,47% dan positivity rate orang mingguan (20 - 26 Juni 2021) di angka 21,34%. Secara sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 26 Juni 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/QQ/YOY]



from RSS Feed - Berita Terkini https://covid19.go.id/p/berita/pasien-sembuh-terus-meningkat-mencapai-1842457-orang


Comments

Popular posts from this blog

[SALAH] “Cairan nya Masih Utuh Udah di Cabut Aaaja Mao Bohongin Rakyat Hadehhh”

Kedatangan Lagi 8 Juta Vaksin Bulk Sinovac, Indonesia Amankan Pasokan Vaksin COVID-19

Satgas Minta Daerah Waspada Terhadap Angka Kematian Covid-19